Haruskah selalu memilih?
“ Apa?” aku terkejut. “ Kenapa? Mama udah putusin. Kamu akan mama jodohkan sama anak temen mama.” Mama tegas memutuskan. Aku pergi keluar. Aku sangat kesal. Bagaimana bisa, aku juga punya cinta saat ini. Tak mungkin aku harus menerima wanita lain, aku menyukai orang lain. Aku tergesa pergi ke kantor. Sore pun tiba. Aku putuskan untuk bercerita pada orang yang paling dekat denganku. Wanita yang sangat bijak dan penuh pengertian. Ia selalu memberi solusi padaku agar aku memilih sesuatu dengan bijak. Naina, aku putuskan menemuinya di kafe. Aku sudah janjian dengannya. “ Maaf, aku sedikit telat. Udah nunggu lama.” Kataku saat tiba di sana. ...