Posts

Showing posts from 2016

Kisah Hujan Yang Diam

Hujan jatuh kembali Membasahi setapak jalan yang kan ku lalui Bersamamu, di sampingku Tanpa kata, bisu Hanya langkah yang menemani Juga guyuran hujan yang membuat kita harus berlari Hujan semakin deras, jatuh Memaksa kita tuk berteduh Tetap bisu Kita bersama, namun tanpa suara Kenapa? Diam ini amat menjengkelkan Membuat jenuh sebuah pertemuan Hujan mendinginkan suasana Membekukan kata-kata Harus bagaimana? Hingga hujan reda Hanya diam yang terasa Aku muak pada diriku Pada diamku Kenapa harus diam, saat ada kesempatan? Kisahku, Kisah hujan yang diam G. Ghifary Pulosari, 22 Oktober 2016

Tak pernah terganti

Pernah kita bersama Untuk sekejap saja Waktu yang kita lalui begitu indah Namun, kau taburu rasa pahit yang membuatku sakit Namun, meski itu Aku tak pernah merasa kecewa Kau adalah seorang yang spesial Aku merasa senang bersamamu Tak peduli apa yang pernah kau buat Kini, kau hilang Aku merindu sendiri Tak ada yang denganku Sampai kapan pun kau akan terkenang Tersimpa dalam hatiku   G.   Ghifary Garut, 05 September 2016

Keluarga Saarii

            Suatu hari, sebuah kerajaan bernama kerajaan Saarii yang berada di sebuah pulau bernama pulau Palla di limpahi kebahagiaan. Seorang ratu yang sudah hampir enam tahun menunggu seorang anak, di karuniai dua bayi kembar yang sangat cantik.             Kebahagiaan mereka terusik oleh Mamari, adik sang ratu yang berubah menjadi penyihir jahat yang memelihara bayangan hitam. Ia sangat berambisi untuk menghancurkan kerajaan mereka dan menguasai kerajaan agar jatuh ke tangannya.             Beberapa hari setelah kedatangannya kekerajaan untuk mengadakan perang. Sang raja, suami dari ratu Kirani. Menerima peperangan itu. Raja pergi ke suatu tempat yang telah Mamari rencanakan.             Keadaan kerajaan yang sepi, dimanfaatkan Mamari untuk merebutnya...

Pergi

Kita sama untuk menjauh Aku pikir itu baik Kurasa tak seperti itu Aku merasa kau hilang Masa kita bersama telah pergi Andai saja, aku dapat memutar waktu Sekali saja, aku ingin bersamamu Memegangmu penuh erat Tanpa melepasmu kembali Hidupku sepi tanpamu Aku ingin kau duduk di sampingku Berdua denganku Jangan pergi, kembali padaku  G. Ghifary Garut, 06 september 2016

Sandra, gadis di balik kaca

            Praaakkk!!             Suara gelas yang pecah secara tiba-tiba. Mita terkejut. Gelas yang hendak ia ambil, pecah. Mita membersihkan beling-beling yeng berserakan di lantai. Setelah selesai, Mita menuangkan kembali air ke gelas yang baru.             “ Aneh.” Ucapnya sambil melamun. Tanpa di sadari airnya meluap.             Ia mengelap meja yang terkena air. Ia pergi ke ruang keluarga. Ia duduk dengan gelas yang masih ia pegang. Ia meminumnya sembari berpikir. Aneh sekali hal itu bisa terjadi, ia menyimpan gelas di meja samping kursi yang sedang ia duduki. Ia mengambil buku Novel yang tadi sedang ia baca.             Terdengar suara ketukan pintu. Ia menyimpan bukunya, lalu pergi menuju ...

Tertusuk Kembali

Meraih hidup bahagia Tak mampu menggapai Sungguh pilu Tertusuk kembali Terbang tinggi menjauhi Jarak pun mengetahui Sungguh kelam dalam Sembari melambai Tuk pergi Burung bersahut Perih mengingat Sejuta kenangan Tak membuat tenang.   G. Ghifary Garut, 16 agustus 2016

Mimpi Besar

Jauh aku pergi mencari Diri yang telah lelah mengejar Sebuah keinginan yang tak kunjung sampai Mencari satu titik temu Aku hanya inginkan mimpiku Aku harap, aku kan dapatkan itu Meski perih berkunjung Aku semakin lelah Aku tak sanggup lagi Hanya, kegigihanku tak mampu di bendung Aku tetap semangat Mimpi besar aku datang Waktu berjalan beriringan dengan jiwa yang mengharap Kuat jiwaku yang tak kenal lelah, meski memang Aku akan terus berjuang Aku akan teruskan Perjalananku menuju mimpi besar   G. Ghifary Garut, 27 agustus 2016