Kisah Hujan Yang Diam

Hujan jatuh kembali
Membasahi setapak jalan yang kan ku lalui
Bersamamu, di sampingku
Tanpa kata, bisu
Hanya langkah yang menemani
Juga guyuran hujan yang membuat kita harus berlari

Hujan semakin deras, jatuh
Memaksa kita tuk berteduh
Tetap bisu
Kita bersama, namun tanpa suara
Kenapa?

Diam ini amat menjengkelkan
Membuat jenuh sebuah pertemuan
Hujan mendinginkan suasana
Membekukan kata-kata

Harus bagaimana?
Hingga hujan reda
Hanya diam yang terasa

Aku muak pada diriku
Pada diamku
Kenapa harus diam, saat ada kesempatan?

Kisahku,
Kisah hujan yang diam



G. Ghifary
Pulosari, 22 Oktober 2016

Comments

Popular posts from this blog

Pergi

Mimpi Besar

Tak mampu